Bekasi – Menjaga kesehatan masyarakat memiliki dampak signifikan tidak hanya pada kualitas hidup individu, tetapi juga pada produktivitas dan ekosistem ekonomi kerakyatan. Pesan ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian 1001 Pasar Rakyat dan Car Free Day (CFD) di Perumahan VIDA Bekasi, Kota Bekasi, pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sejumlah pemangku kepentingan. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar didampingi oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam kegiatan jalan sehat ini.
Kesehatan sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat adalah pilar fundamental bagi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bagi pelaku UMKM untuk memastikan diri dan karyawan mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
“Ketika masyarakat sehat, produktivitas akan meningkat dan ekonomi menjadi lebih tangguh. Dengan demikian, kepesertaan jaminan kesehatan bagi pelaku UMKM sangat krusial sebagai bentuk perlindungan sekaligus investasi demi kelangsungan usaha,” jelas Prihati.
Kolaborasi Ekosistem Ekonomi Komunitas
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memberikan apresiasi terhadap pengembangan kawasan VIDA Bekasi. Menurutnya, area ini berhasil menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan beragam pihak.
Ia memandang keberadaan pasar rakyat dan aktivitas ekonomi berbasis komunitas di lingkungan perumahan sebagai contoh kolaborasi yang efektif antara pelaku usaha, masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga penyelenggara jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kawasan ini berhasil membentuk ekosistem ekonomi yang menyatukan UMKM, masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi semacam ini harus terus diperkuat agar pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Muhaimin.
Komitmen UHC dan Penguatan Ekonomi Lokal di Bekasi
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Cahyono, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) meskipun menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. “Meskipun sedang melakukan efisiensi, komitmen Kota Bekasi untuk menjaga status Universal Health Coverage yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tetap kuat. Jaminan kesehatan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegas Tri.
Tri juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi terus menunjukkan tren positif, ditandai dengan tingginya aktivitas investasi. Kondisi ini, menurutnya, perlu didukung dengan penguatan sektor ekonomi kerakyatan, termasuk revitalisasi dan perbaikan pasar rakyat agar semakin optimal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap, kegiatan jalan sehat, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta bazar UMKM yang diselenggarakan di kawasan CFD VIDA Bekasi dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan tercipta masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Kegiatan di kawasan CFD VIDA Bekasi meliputi jalan sehat, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta bazar UMKM. Rangkaian acara ini merupakan bagian dari upaya untuk menghubungkan aspek kesehatan masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Kolaborasi lintas sektor antara masyarakat, UMKM, pemerintah daerah, dan lembaga penyelenggara jaminan sosial diharapkan terus berkembang untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Artikel belum memiliki isi.
Judul artikel sudah tersedia, tetapi naskah lengkapnya belum dipublikasikan.

