Retail Jakarta · meja konsumen

Panduan memilih untuk keseharian Jakarta

Gambar belum tersedia

Retail Jakarta · laporan konsumen

Mengompol pada Anak di Atas 5 Tahun: Kapan Menjadi Perhatian?

Mengompol adalah hal yang umum terjadi pada bayi dan balita. Namun, pertanyaan sering muncul ketika kebiasaan ini berlanjut seiring bertambahnya usia anak. Sebenarnya, sampai usia berapa mengompol masih dianggap wajar dalam proses perkembangan anak?

Kemampuan anak untuk mengendalikan kandung kemih saat tidur berkembang secara bertahap dan bervariasi pada setiap individu. Oleh karena itu, tidak ada usia pasti di mana semua anak berhenti mengompol secara bersamaan.

Menurut pedoman klinis dari National Institute for Health and Care Excellence (NICE), anak umumnya diharapkan sudah mampu mengendalikan kandung kemihnya di malam hari pada usia sekitar 5 tahun. Anak berusia 3-4 tahun yang masih mengompol di malam hari pada dasarnya masih berada dalam rentang perkembangan yang normal.

Prevalensi Mengompol Seiring Usia

Data NICE menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima anak berusia 4,5 tahun masih mengompol setidaknya satu kali dalam seminggu. Angka ini menegaskan bahwa mengompol di usia prasekolah masih cukup lazim. Kemampuan untuk tetap kering sepanjang malam merupakan proses yang berkembang secara bertahap.

Seiring bertambahnya usia, jumlah anak yang mengalami mengompol cenderung menurun. European Association of Urology melaporkan bahwa sekitar 16,1 persen anak usia 5 tahun mengalami primary nocturnal enuresis, yaitu istilah medis untuk mengompol saat tidur yang berlangsung sejak masa kanak-kanak.

Mengompol Setelah Usia 5 Tahun Bukan Berarti Sakit

Anak yang masih mengompol setelah usia 5 tahun tidak selalu berarti memiliki masalah kesehatan. Sekitar 5-10 persen anak usia 7 tahun masih mengalami bedwetting, dan pada usia 8 tahun, prevalensinya dilaporkan sekitar 6-8 persen. Angka ini terus menurun seiring bertambahnya usia anak.

Oleh karena itu, orang tua tidak perlu langsung memarahi atau mempermalukan anak yang masih mengompol. Mengontrol buang air kecil saat tidur adalah bagian dari proses perkembangan yang membutuhkan waktu. Yang lebih penting adalah memperhatikan pola mengompol dan gejala lain yang mungkin menyertainya.

Kapan Anak yang Mengompol Perlu Diperiksakan?

Menurut NICE, perhatian lebih lanjut diperlukan jika mengompol disertai dengan kondisi tertentu, terutama jika anak juga mengalami masalah buang air kecil pada siang hari. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Anak sering tidak mampu menahan buang air kecil pada siang hari.
  • Mengalami sembelit.
  • Menunjukkan gejala infeksi saluran kemih.
  • Memiliki keluhan lain yang tidak biasa.

Orang tua juga perlu memperhatikan jika anak yang sebelumnya sudah mampu tetap kering di malam hari kemudian kembali mengompol. Kondisi ini berbeda dengan anak yang memang belum pernah mencapai fase kering pada malam hari. Masalah tidur, seperti mendengkur atau sleep apnea, juga bisa menjadi faktor yang perlu diperhatikan terkait masalah mengompol.

Dengan demikian, usia bukanlah satu-satunya patokan. Frekuensi mengompol, riwayat perkembangan anak, serta ada atau tidaknya gejala lain turut menentukan apakah anak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis.

Artikel belum memiliki isi.

Judul artikel sudah tersedia, tetapi naskah lengkapnya belum dipublikasikan.