Retail Jakarta · meja konsumen

Panduan memilih untuk keseharian Jakarta

Gambar belum tersedia

Retail Jakarta · laporan konsumen

SM+ Akuisisi Lima Data Center dari PDG, Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

PT SMPlus Digital Investama (SM+) telah resmi menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis pusat data (data center) enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia. Langkah strategis ini mencakup lima fasilitas pusat data yang sedang beroperasi, tersebar di berbagai lokasi penting seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.

Memperluas Jangkauan dan Kapasitas SM+

President Director & Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan “tonggak sejarah penting” bagi perusahaan dalam membangun platform infrastruktur digital terkemuka di Indonesia. Dalam keterangannya pada Selasa, 13 Oktober 2026, Herson menjelaskan bahwa penambahan lima fasilitas pusat data ini akan memperluas jangkauan nasional SM+.

Ia menambahkan, langkah ini juga akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam melayani pelanggan, sejalan dengan komitmen SM+ untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Setelah transaksi ini selesai, SM+ diperkirakan akan mengoperasikan total 31 fasilitas infrastruktur di 25 kota di seluruh Indonesia. Integrasi aset-aset baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, membuka peluang pertumbuhan bisnis di masa depan, serta menyediakan infrastruktur digital yang andal dan skalabel.

Dinamika Pasar Data Center Indonesia

Pasar pusat data di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini didorong oleh peningkatan konsumsi data, adopsi layanan komputasi awan (cloud), serta akselerasi transformasi digital di berbagai sektor korporasi. Kondisi pasar yang dinamis ini menjadi latar belakang penting bagi langkah ekspansi yang dilakukan oleh SM+.

Strategi dan Fokus PDG di Indonesia

Di sisi lain, Chief Operating Officer & Co-Founder Princeton Digital Group, Varoon Raghavan, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar kunci bagi PDG sejak awal kehadirannya. Varoon menjelaskan bahwa PDG mengakuisisi fasilitas kelas enterprise ini sebagai bagian dari strategi “enter-and-expand” untuk memasuki pasar. Sejak saat itu, PDG telah berhasil mengembangkan portofolio pusat data hyperscale sekitar 400 MW di Indonesia.

Ke depan, PDG akan memfokuskan lini bisnisnya pada pengembangan kampus pusat data, termasuk JC2, JC3, dan JC4, untuk memperkuat kepemimpinan mereka di segmen hyperscale.

Saat ini, proses transaksi akuisisi masih dalam tahap penyelesaian pemenuhan syarat-syarat penutupan (customary closing conditions) yang berlaku umum. Dalam kesepakatan ini, UBS AG Singapore Branch berperan sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi pihak SM+.

Artikel belum memiliki isi.

Judul artikel sudah tersedia, tetapi naskah lengkapnya belum dipublikasikan.