Retail Jakarta · meja konsumen

Panduan memilih untuk keseharian Jakarta

Gambar belum tersedia

Retail Jakarta · laporan konsumen

Panduan Aman Membersihkan Motor Listrik dari Paparan Abu Vulkanik

Hujan abu vulkanik yang kerap menyelimuti area permukiman setelah erupsi gunung berapi meninggalkan lapisan debu halus dengan material tajam. Partikel-partikel ini tidak hanya berisiko bagi pernapasan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik kendaraan, khususnya motor listrik, saat membersihkan tunggangan mereka. Kesalahan dalam penanganan dapat berakibat fatal pada tampilan maupun sistem kelistrikan utama.

Menanggapi situasi pasca-erupsi, Polytron, produsen kendaraan listrik domestik, memberikan panduan teknis untuk penanganan yang aman. Tujuannya adalah memastikan motor listrik tetap tangguh dan siap digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari.

Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, menyampaikan rasa simpati mendalam kepada masyarakat yang terdampak erupsi. Ia juga menekankan pentingnya edukasi dalam merawat kendaraan setelah terpapar abu vulkanik.

“Kami segenap keluarga besar Polytron turut prihatin dan bersimpati atas musibah erupsi yang menimpa masyarakat di wilayah terdampak. Kami berharap kondisi lingkungan dan aktivitas warga dapat segera pulih sepenuhnya,” ujar Ilman pada Sabtu (26/9/2026). Ia menambahkan bahwa pengguna tidak perlu khawatir berlebihan, sebab sistem kelistrikan dan baterai motor listrik Polytron telah dirancang dengan perlindungan maksimal. “Dengan perawatan yang benar untuk membersihkan sisa debu tersebut, motor akan tetap aman dan awet digunakan.”

Penanganan Bodi dan Baterai Motor Listrik

Abu vulkanik mengandung partikel mineral silika yang sangat tajam dan berpotensi merusak jika bergesekan langsung dengan permukaan kendaraan. Oleh karena itu, Polytron sangat melarang membersihkan bodi motor dengan cara mengelapnya langsung dalam keadaan kering. Partikel abu yang keras dapat bekerja seperti amplas dan merusak lapisan cat.

Metode yang disarankan adalah menyiram seluruh bagian bodi motor dengan air mengalir bertekanan rendah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar tumpukan debu luruh secara alami sebelum dibersihkan lebih lanjut menggunakan sampo khusus kendaraan.

Untuk komponen daya, seperti yang terdapat pada lini Fox Electric (misalnya Fox 350), telah dilengkapi dengan isolasi penuh terhadap air dan debu halus berkat sertifikasi IP67. Penggunaan cangkang aluminium yang kokoh juga berfungsi menahan sifat korosif zat kimia dari abu agar tidak menembus sel bagian dalam baterai.

Selain itu, pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri melintas jika sisa abu vulkanik di jalanan masih terlalu tebal. Kondisi ini dapat membatasi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi sangat licin, meningkatkan risiko kecelakaan.

Dampak Abu pada Sistem Pengereman

Paparan debu halus dari sisa erupsi vulkanik tidak hanya menempel pada bodi atau baterai, tetapi juga sangat rentan menyusup ke celah komponen pengereman terbuka di bagian roda. Partikel silika abu yang terjebak di antara kampas dan piringan rem dapat menyebabkan goresan dalam serta menurunkan daya cengkeram pengereman secara drastis saat tuas rem ditarik, membahayakan keselamatan berkendara.

Polytron sendiri merupakan salah satu pionir industri elektronik terkemuka di Indonesia yang telah berkiprah sejak September 1975. Berpusat di tiga fasilitas pabrik besar di Kudus (Krapyak dan Sidorekso) serta Demak, Jawa Tengah, perusahaan ini didukung oleh lebih dari 10.000 karyawan. Polytron terus memperluas portofolio inovasinya, mulai dari perangkat audio-visual dan peralatan rumah tangga hingga penetrasi pasar kendaraan listrik nasional.

Artikel belum memiliki isi.

Judul artikel sudah tersedia, tetapi naskah lengkapnya belum dipublikasikan.